Archive for July, 2009

  • Tidurku Sayang, UASku Hilang

    Date: 2009.07.26 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Sebagian orang yang termasuk kedalam golongan-golongan orang yang cinta akan tidur pasti akan suka berkomunasi dengan gue, lo kok gitu? ia soalnya gue sendiri kalo malem suka tidur begadang, pagi suka tidur ampe kesiangan, dan siang suka tidur ampe kepagian.

    Kalau menurut dokter setempat, sebaiknya seorang manusia itu tidur hanya delapan jam sehari. Tapi ga gitu kalo udah malam minggu tiba, bukan pacaran, atau ngerjain tugas kuliah. tapi malah diabisin buat main winning eleven 9 ama sajid ampe jam 3 pagi. jadi akibat dari tindak tanduk inilah besok paginya yang harusnya gue udah di stasiun jam 8 eh malah masih tertidur polos dengan expresi seadanya ditambah gelombang iler yang memenuhi segenap penjuru kasur.

    Dan itulah yang terjadi hari ini, jam 9 yang seharusnya gue udah ada di kampus, tepatnya di LP3I pasar minggu, tapi gue mau tidak mau harus tetep konsentrasi menyelesaikan pekerjaan di kostan yang belum beres(baca : tidur). pas bangun, gue liat di jam dinding, anjrit jam dinding gue dimana? eh gue baru tersadar kalau gue belum punya jam dinding, gue liat di handphone. walah udah jam 8 pagi… tapi mata masih ngantuk beratnya udah kayak gantung diri di pohon pinang, sambil gantungin truck Unitex di kaki.

    Wah, gue pasti telat kalo udah gini, sebaiknya gue menghubungi joeker dan zul zul biar gue ga telat sendiri. tapi sebelumnya karena teringat akan tragedi tadi malem di kamar mandi(emang ngapain di kamar mandi?) gue akhirnya menghubungi tya terlebih dahulu.

    “Hallo, assalamualaikum… kenapa wa?” jawab tia seberang negara sana.
    “wasalam, tia, sekarang UAs jam brapa?”
    “UAS? eh… salah sambung kali wa… ini tia yang mana?”

    Mampus…! mungkin nama tia emang terlalu keren, terlalu bagus, dan terlalu bagus(kok bagusnya dua kali). Jadi orang tua beliau berdua ngasih nama yang sama antara tia teman SMA, dan tia teman Kuliah. atau mungkin juga orang tua Tia 1(red : tia temen SMA), dan orang tua Tia 2 (red : tia temen Kuliah) pernah kebetulan ketemu di facebook, dan janjian mo ngasih nama sama. jadilah di phonebook gue, langsung di tulis nama yang sama pula. susah juga ngebedainya.

    Gue langsung tutup, dan hubungi Tia 2.

    “Tia, sekarang uas jam brapa?”
    “Kalo kata dosennya kemaren sih jam 1, pagi masih belajar dulu”

    HIP HIP HOREEEEEEEEEEEEEEE….. segenap penduduk gua terlaknat bersorak soraya, dan berpesta ria, mendengar jawaban singkat dari Tia sang pemberi berita baik. untuk merayakan berita baik ini, gue langsung hubungi joeker, dan zul zul.

    “Joeker, udah dimana lo?”
    “Gue masih tidur”

    Mantaaaap…

    “Hari ini UAS jam 1, kita brangkat dari bogor jam 10 aja yuk,,,”

    Mungkin karena gaya hipnotis gue yang terlalu hebat, jadi dengan spontar joeker langsung berkata

    “Ya…”

    Belakangan gue baru tahu kalo gue ga bisa hipnotis sama sekali, yang ada orang yang gue hipnotis bukan ketiduran malah mual-mual langsung hamil.

    “Zul, sekarang UAS jam 1, kita brangkat jam 10 aja ya dari bogor,,,”
    “Jam 10? padahal gue udah mandi nih, tapi ok lah”

    Walhasil, kita bertiga berencana brangkat dari bogor jam 10. untuk mengisi waktu luang yang tersisa kurang lebih 2 jam lagi. gue memanfaat kan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti tidur, tidur, dan tidur. bangun lagi jam 10 lebih 12 menit, Mampus. anak-anak pasti udah nunggu di stasiun, gue liat hendphone, ada 4 pesan, 1 misscall, dan 12 bulan tagihan listrik. ya enggak lah.

    Pesan pertama dari joeker, isisnya : “teman2… gmn sdh siap brngkt?”
    Pesan kedua dari zul zul, isinya : “Pda di mNa u? W dah di st bg0r ni”
    Pesan ketiga dari Riri : “suaa g kliah?Kt UAS na jam 10, wa”
    Pesan keempat dari 989 : “Baru! SMS suara anda ke teman tersayang, ketik 939 diikuti no.hp”

    Gue masih dalam kondisi ngantuk pas baca sms dari semua fans gue, tapi tiba-tiba pikiran gue kembali pada sms ke 4. oh bukan.. bukan.. gue buka lagi sms ke 3, pas baca berulang-ulang gue tersadar satu hal… APAH…. dasar RIRI… merusak nama baik orang-orang saja. semua orang juga udah tahu kalau nama gue itu S.Y.U.A.A, bukan S.U.A.A, gue musti marahin mulu sih. huff mana bilang kalao UAS jam 10. hufff.

    Bengong…

    Gue baca lagi. agak sedikit memutar otak kiri gue yang tersisa tinggal 12 ons lagi.

    Bangong…

    Tiba-tiba, dengan segenap iler yang masih menempel di belahan pipi sebelah kanan, gue ambil anduk, berlari kekamar mandi, dan makan, ya enggak lah, pastinya mandi.

    Langsung brangkat ke stasiun.

    Perjalanan panjang dimulai. gue sok cool baca buku, izul juga sama. eits… tapi jangan pikir buku yang kita baca adalah buku yang bakalan UAS hari ini. si izul baca buku Raditya Dika, sedangkan gue baca buku Cinta Brontosaurus.

    Perjalanan berakhir dengan kondisi mengenaskan. kita sampai di pasar minggu dengan tanpa membawa satu dompet milik orangpun. selanjutnya dari sini adalah berjalan menaiki gunung lewati lembah sampai nyebrang jalan raya. pas jam 12 lewat 15(kalo lewat itu bukan pas namanya).

    Begitu melewati jalan yang begitu ramai dengan penjual makanan, dan tikus. Tya melewati gue n the gank menaiki speda motornya dengan kecepatan sangat tinggi, gue memperhitungkan kecepatannya kurang lebih 20 Km/jam. Sambil penuh kepuasan di wajahnya, melewati kami dan berkata.

    “UASnya udah tahu…”(cara pengucapanya bikin gue inget sama mbah surip pas bilang ‘enak tahu”)

    Berlalu begitu saja. dibelakangnya disusul oleh pasangan Hanni n Ita, dan berkata

    “UASnya udah tahu…”

    Lo kok sama ya kata-katanya. oh ia… sebenarnya sih beda, cuma gue lupa yang mana yang ngomong kyak gitu, tapi Hanni lebih baek dikit dibanding Tia, mereka berhenti sejenak, gue memperhitungkan apa yang akan mereka katakan, pikiran gue langsung tertuju pada status facebook yang belum di update tadi pagi, kyaknya ga nyambung ya…, gue yakin mereka pasti bilang, ‘kasiaaan deh lo…’

    “Tadi UASnya udah jam sepuluh” Ita berkata dengan segenap expresi yang tersisa.

    Gldurrr… tiba-tiba pikiran gue penuh dengan bunga, ada yang merah dan ada yang nangkring(lo ko jadi nyanyi). hari jadi terasa sangat panas(ia, kebetulan kita tepat dibawah matahari). dan semangat untuk tetap hidupku pun hilang begitu saja, gue menatap kosong kearah joeker dan zul zul. Mereka menunjukan wajah yang begitu susah untuk diterjemahkan, padahal gue udah teken tombol language untuk ngeaktifin subtitle bahasa indonesia. Maafin gue joeker, n zul zul. gue sudah melakukan kesalahan yang terpernah yang besar gue perbuat. gue sudah membawa kaliah kejurang kemiskinan, gue membawa kalian kejalan yang sesat seumur hidup. lebay……..

    Andai gue bisa memutar waktu, gue pasti akan mengulangi kejadian hari ini tiga kali berturut-turut. Tapi tetep ga bakalan mengubah apa-apa. sama aja boong dong…, mereka masih tetap menunjukan wajah tanpa expresi, gue tersenyum kecil. dan…. blank…, setelah tersadar seorang saksi berkata bahwa salah satu dari mereka nendang pipi kanan gue dengan tendangan salto, dan gue pingsan.

    Tapi karena kegagalan hari ini, kita akhirnya melakukan ritual kecil-kecilan untuk mengundang jelangkung niatnya mo diajak ke ragunan, tapi dibatalkan karena gue terutama, dan joeker serba zul zul terkedua merasa puluhan bahkan mungkin jutaan cacing di perut kita sudah minta jatah sembako hari ini. kemana kita? aku peta….

    Gue udah pesen satu porsi sate ayam untuk melepas setress gue karena begitu jauh perjalanan dari Bogor kepasar minggu tapi ga ada hasilnya, zul zul mesen satu porsi sate kambing untuk melepas rasa laparnya karena udah 2 hari ga makan, dan joeker melepas bajunya, oh maksut gue dia memesan setengah porsi sate ayam, dan setengahnya lagi sate kabing. huff dasar orang, emang selalu aneh kerjaanya.

    Gue ga suka makanan pedas, jadi begitu pesanan terhidang di depang gue langsung tanpa cuci kaki terlebih dahulu mengambil semua potongan sate untuk di masukan ke mulut gue, tapi karena ga muat akhirnya gue masukin satu persatu.

    Joker dan zul zul kebetulan suka dengan sate pedas, jadi joeker menambahkan satu sendok cabe ulek, zul zul juga mengikuti, jeoker menambahkan satu sendok lagi, zul zul ngikutin lagi, joeker ga mau disamain sama zul zul, dia nambah satu sendok lagi. zul zul menambahkan lagi. joeker nambah satu sendok lagi. karena takut dikalahkan joeker, zulzul langsung nambahin cabe rawit yang belum diulak kedalam satenya. joeker diem, dan mulai makan. gue hanya menikmati atraksi mereka yang penuh dengan rasa curiga serta nahan pedasnya ramuan mereka.

    Dalam kondisi seperti itulah muka mereka berdua terlihat seperti orang yang lagi malu pas presentasi di depan kelas. Muka mereka berdua memerah begitu saja, tapi bisa cepat berubah jadi biru kalo ditabrak kereta.

    Perjalanan pulang pun dimulai melewati jalan yang tadi kita lalui pas kesini, ya naik kereta lagi. gue, joeker dan zul zul paling ga suka menunggu, paling ga suka enjet-enjetan, dan juga paling ga suka tidur-tiduran di rel kreta.ya ialah… jadi kita memilih untuk numpang taksi ke bogor, sayang,,, ga ada yang mau ngasih tumpangan, jadilah kita harus naik kereta ekonomi AC(ac nya sengaja digedein). Naek ac biar lebih eksklusif gitu, sekedar info, gue ga naik kereta pakuan karena, pertama kereta pakuan ga ada yang mangkal di pasar minggu, perdua, kereta pakuan mahal, pertiga, gue joeker, dan zul zul suka kentut sembarangan ga bilang-bilang dulu. Tapi ternyata keenggak sukaan terhadap hal-hal diatas juga dirasakan oleh dosen yang kebetulan tadi ngawas pas UAS. jadilah tanpa kami sadari bertiga ternyata oh ternyata tuh dosen satu kereta, bahkan satu gerbong bahkan satu toilet sama kita bertiga, ah tapi yang ketoilet enggak sih. Canggung, ia, gue sih ngerasa udah kayak anak SMP yang kebetulan satu angkot sama guru yang paling ditakuti di seluruh dunia. pengen loncat dari kereta tapi pintu masih ketutup, pas kereta behenti dan buka pintu, jadi ngeri juga loncatnya.

    Gue ngerrriii liat dosen yang dari tadi sepertinya terlelap dalam tidurnya, gue berharap semoga dia tadi malem begadang main facebook jadi lupa tidur, dan sekarang bakalan tidur terus sampe ada polisi dan segerombolan suster yang bawa ambulan jemput dia. dikira pingsan karena bau keringat ketek orang disampingnya.

    Joeker berusaha ngumpet di bawah kursi kereta, karena bau apek mungkin udah diompolin orang-orang, jadi dia ngumpet di samping kursi orang, zulzul menyamar jadi orang(lo… emang dia apa?), dan mbelakangi dosen, dibelakang bajunya ditulis “Aku Bukan Mahasiswa Bapak Yang Tadi Telat Masuk Kuliah”, nah gue? gue bingun, mo ngapain, akhirnya gue pergi ke tanah abang beli spatu dan mandi di lumpur lopandi, ya enggak lah, gue bingung, sangkin bingungnya gue ngumpet dibawah zulzul.

    Akhirnya keretapun sampai ditujuan dengan segenap wajah yang berseri-seri, mungkin pilot kereta mikir, kita orang-orang yang naik kereta dia adalah orang-orang yang belum mandi 3 hari berturut-turut, jadi mau tidak mau kereta yang mereka bawa harus di cuci tujuh kali pake tanah merah.

    Walhasil, joeker dan gue main ke BTM, dan zulzu pulang ke alamnya. Ujian yang menyenangkan. dan gue berharap semoga ujian ini adalah ujian yang terparah yang gue terima. ga momolagi.