Archive for April, 2010
-
Freak Collage
Selalu emang jadi masalah buat kita, perbuatan kali ini memang sudah overquota, ok, sebenarnya kejadian pahit ini terjadi beberapa puluh tahun yang lalu, ketika gue masih kuliah di salah satu collage di salah satu kota disalah satu pulau bangsa yang bertengger di benua asia(gue harap gue cepet lupa soal ini).
Pagi, gue dan sahabat seperhutangan brangkat lebih awal, seperti jarangnya, dan hampir memang tidak pernah terjadi kejadian seperti ini, sebelum waktu kuliah tiba, kami sudah nongkrong di kelas menunggu dosen yang terlambat datengnya. Kalo hari biasanya? Telat 15-30 menit itu mungkin biasa. Ga tahu kenapa hari ini keinginan untuk kuliah memang lebih besar, apalagi mendengar hari ini akan ada UTS, mata kuliah menejemen syariah waktu itu.
Gue duduk paling belakang, begitu juka joker dan zulzul, heru pada posisi paling pinggir serta izong tepat didepan gue, posisi ini adalah posisi penerbangan yang tepat sesuai dengan anjuran para senior yang menegaskan bahwa posisi menentukan prestasi. Gue sebagai salah satu mahasiswa yang jarang belajar tapi giat bolos kuliah tentu akan sangat menguntungkan jika gue berhasil menerapkan strategi perang melawan ujian ini. Itulah satu-satunya harapan gue masih mau masuk kuliah hari ini setelah beberapa hari sebelumnya ogah-ogahan masuk kuliah juga.
Duduk santai dibelakang, menatap kearah depan, sudah benarkan tempat duduku, sudah cukupkan derajat kemiringan kepala gue untuk menatap jauh ke kertas jawaban aicha? Setelah gue amati dengan teliti, sepertinya sudah cukup sempurna kesemuaanya, liat kanan ada joker, liat kiri ada izul, liat depan ada izong, eh..eh..eh.. liat arah jam 1 deh, ada cewek!
Seorang dosen(mungkin) atau entah siapalah dia, kenal juga enggak, tiba-tiba masuk kelas, sambil menunjukan muka seremnya, kyaknya ga diserem-seremin gitu juga gue dan seperangkat bulu kuduk gue juga bakalan langsung bediri, tapi pada kondisi seperti itu, satu-satunya hal yang bisa gue lakukan adalah diam menunggu seseorang berbuat sesuatu. Dan tidak lama kemudian, begitu si bu misterius itu tepat didepan, Rina dengan sergap berlari keluar kelas histeris sambil meninggalkan handphone barunya di meja, gue sempat punya niat buruk ‘klo handphonnya gue pake buat sms sodara gue yang di citeureup kayaknya dia ga bakalan tahu kalin yah?’. Tapi niat buruk itu segera gue urungkan si dosen serem lagi menyeramkan itu tiba-tiba memanggil nama mahasiswa satu persatu. Gue menunggu giliran dan gue tahu satu hal, gue belum bayarn kuliah, dan itu adalah satu-satunya alasan yang tepat kenapa orang yang misterius itu masuk ke kelas kita.
“Syuaa”
“I.. I.. I… a bu” gue menjawab sedikit gemeteran, gue tahu marabahaya sedang mengancam jiwa dan ragaku. Suaranya bagaikan membelah lautan segitiga bermuda, menggelapkan sebagian dunia, dan memancarkan cahaya kehausan akan darah orang keren kayak gue. Itu merupakan ancaman yang paling mebahayakan bagi kelangsungan kehidupan manusia bermarga Nasution, ini adalah tanggung jawab besar baut gue untuk menyelamatkan diri sebelum gue dibumihanguskan olehnya. Dan untuk itu semualah gue mengambil keputusan yang paling bijak, diam.
“Kamu belum bayaran uang kuliah, sebaiknya kamu keluar ruangan deh”
Glek… gue ga tahu harus berbuat apa, keluar? Itu artinya gue harus mengikuti ujian susulan, dan itu artinya akan menghilangkan kesempatan gue menerapkan teori posisi menentukan prestasi. Tetap didalam? Itu artinya malapetaka bagi kelangsungan orang keren.
Huft, berdiri pelan dan mulai melangkahkan kaki dengan sedikit gemeteran karena tidak tahu harus pergi kemana setelah kelur dari kelas. Sebenarnya ada beberapa alternatif yang mungkin gue ambil begitu keluar dari kelas, satu bengong didepan kampus, dua duduk-duduk ditangga kampus, tiga ke singapura, empat berjemur di atlantik. Finally gue ambil keputusan yang paling bijaksana, bengong didepan tangga kampus sambil ngebayangin ditemenin cewek singapura pas lagi bejemur di atlantis.
Tak begitu lama, joker keluar kelas, hehe,,, sedikit terhibur, ga tahu kenapa. Mungkin emang udah bawaan orang Indonesia yang merasa senang ketika ada temannya yang lain yang ikut menderita. Tak begitu lama zulzul juga ikut keluar, dan disusul pula oleh rina, wah, ini pertanda baik bagi gue, gue ga sendiri, gue banyakakan, dan gue ada pendukungnya, gue hebat, gue terharu, gue harap mereka merasakan apa yang gue rasakan.

Mahasiswa malang yang terancam DO
Itulah bagaimana proses terciptanya kependudukan dosen misterius itu hingga mampu mengusir kita dari kelas, dampaknya? Ya sangat begitu banyak, terutama pada status facebook. Lihat, gue sempat mengumpulkan beberapa status facebook yang berhubungan erat dengan aktifitas mengenaskan ini.
- Aicha

Ini adalah sumber insfirasi gue membuat judul tulisan kali ini. Statusnya walaupun aicha tidak dikeluarkan dari kelas, tapi hal ini menunjukan kepeduliannya terhadap kami yang menderita kepanasan diluar kelas. Trimakasih aicha, aku makin cinta(glek, cowoknya baca mampus gue
).
- Ijonk

Yah, satu lagi sahabat gue yang kebetulan sama-sama nyasar dari bogor ke pasar minggu hanya mengejar gelar SE. Ijonk, ini adalah bentuk kepeduliannya terhadap kami yang dikeluarkan dari kelas dan tidak boleh mengikuti ujian. Trimakasih ijonk, gocap dong.
- Joeker

Yah, putus asa, udah nganggap kita bakalan segera berganti nama dari ‘calon se’ menjadi ‘calon do’.

Eee kalo yang ini gue ga tahu, merupakan bentuk perseteruan dengan kampus ato emang rakus. Tapi yang jelas sepertinya ini termasuk dah.
- Zulzul

Iyap betul, dari dulu, kita emang ga ada yang berubah, ga bolos dari kuliah ya dikeluarin, intinya ya sama-sama aja, ga masuk kuliah. Itulah kenapa kami ga pernah berubah, sepertinya musti di sesajenin pake lengkuas dulu baru nasip ini berubah.

Wah, klo yang ini ga tahu juga sih, beneran menyenangkan ato gimana, tapi yang jelas aktifitas setelah dikeluarkan tersebut kita merayakannya dengan cara makan sate bersama :

Merayakan dikeluarkan dari kelas
- Rina

Emang benar katanya, kata-kata yang dilontarkan oleh dosen misterius itu memang terlalu makan hati, walaupun udah makan sate, tetap aja kerasa makan atinya.

Sipat pendendam emang sangat tidak disarankan, dan itu artinya pernyataan seperti ini harusnya di sensor, dan cukup dipublish buat diri sendiri dan teman-teman sependeritaan aja. Buat de’ rina, pinjem catatan MPP nya (lagi) dong.

Mahal? Ya ia lah, niat kuliah buat nyari gelar SE kok malah musti bayar seabrek-abrek, pesan buat pa presiden, tolong dong pak kuliahan digratisin dong.

Eee, klo yang ini ga tahu deh termasuk kedalam protes terhadap aktifitas penganiayaan ato emang laper.
Recent Posts
- Sleeptexting Itu Apa?
- Koleksi Iklan Kuku Bima
- Top Komentar Source Code Terlucu
- Sebuah Surat Dari Ibu Dan Ayah
- Bikin Komik Strik Yuk… [ pixton.com ]
Recent Comments
- anggie on Joystick untuk memainkan Guitar Hero III di PC
- anggie on Joystick untuk memainkan Guitar Hero III di PC
- Farhan Sundanesse on Joystick untuk memainkan Guitar Hero III di PC
- syuaa on Joystick untuk memainkan Guitar Hero III di PC
- Farhan Sundanesse on Joystick untuk memainkan Guitar Hero III di PC