Be My Self + My Own Your Personality
Sangat tertarik ketika baca status dari teh Ria Riksani (Teman SMA) di facebook. Katanya “Be myself ?? Sehebt itu kah aq, hngga harus menjadi diriku sendiri? Knapa tidak ‘menc0ntek’ pribadi orglain kalw memang itu akan membuat hdup ku menjadi lebh baik.”. Cukup dahsyat ketika gue mulai meresapi kata-katanya. Muantap tenaaaan.
Pikiran gue tiba-tiba beterbangan tak mau kembali lagi, sesekali singgah pada kemampuan diri sendiri. Tapi kadang nyangkut di tiang listrik abis dikejar-kejar anak-anak sambil bawa galah. Berputar, kembali, dan membawa sejuta kelemahan-kelemahan yang sebenarnya bisa gue perbaiki jika gue mau mencontek dari orang lain. Hmm, ia, seperti yang dikatakan Ria diatas, menjadi pribadi diri sendiri pastinya tidak akan menyempurnakan diri sendiri.
Pada dasarnya manusia dilahirkan dalam keadaan bodoh, dan kehidupan lah yang akan mengajarkan nya tentang kesempurnaan. Kalau seseorang bilang ‘Just be my self’ tentu sedikit egois namanya, karena tidak mau menerima kelebihan orang lain.
Let us think, seseorang yang bilang ‘as my self’ dan dia mengambil keputusan untuk berdiam diri dalam kesehariannya. Bukan kah itu menjadi suatu kekurangan yang bakalan merusak lingkungannya sendiri? How is that possible? ya ialah, kalau udah berdiam diri, konon katanya niat untuk iseng-iseng yang merugikan orang lain pun bakalan timbul, mulai dari mencuri, ngerumpi, muter musik keras-keras, ngeberantakin tong sampah (ok yang ini hanya sebagian saja), dan yang paling parah mutusin tali layangan.
Setiap orang pasti memiliki sisi positif, dan setiap orang juga memiliki nilai negatif. Jika orang tersebut memutuskan untuk ‘like my self’ mungkin dia akan berjalan pada tempat yang sama selamanya. Sementara orang lain sudah berlari menjemput ridho Illahi, dengan menyempurnakan diri sendiri setelah mengkombinasikan my self dengan add-ons other person personality yang lebih baik.
Ketika lahir, setiap orang belum memiliki ‘like my selft’, dan lingkungan juga yang membentuk ‘my self’ nya itu sendiri. Tidak disengaja, atau tidak juga dipaksakan, keberadaan ‘my self’ itu memang akan tumbuh sendiri. Hanya saja ketika mereka (para korban my self) merasa telah menemukan jati diri mereka, maka dengan bangganya mereka berkata ‘Just be my self’, tanpa mereka sadari kalau setiap orang belum sempurna jika hanya mengandalkan ‘my self’ nya saja. Itulah kenapa Allah menciptakan begitu banyaknya self-self yang lain agar kita sebagai sebuah self bisa meng upgrade dari self yang kita miliki menjadi self yang lebih baik. Dan menambahkan plug-ins dari self orang lain agar self kita sendiri menjadi semakin sempurna, dan kompatibel dengan semua kondisi.
Just be my self with add-ons your good personality. That’s what we have to do.
So, masih mempertahankan ‘just be my self’? semuanya terserah anda, anda yang memutuskan, dan anda yang bayar. ngik.
agus said:
Jun 20, 10 at 10:21 pmya penyataan be my self itu tergantung dari sikon. Harus tepat peletakannya.
kalau lagi ujian, harusnya yakin akan diri sendiri, gak harus nyontek setelah seharian belajar,,
kalau dandanan sebelumnya sederhana, gak perlu minder denga mode yg lagi ngetren,,
kalau mampunya beli hape nokia 1100, gak perlu ngutang ke teman buat beli Nokia E63,,
kalau biasanya jalan kaki, gak perlu ngutang ke bank buat beli bmw,,
kalau rumah sederhana, tipe 21, gak perlu menggelapkan uang pajak buat beli apartemen atau rumah di puri taman ancol,,
mungkin contoh-contoh di atas merupakan peletakan sesuai dalam penggunaan kalimat tersebut. Dan yang salah jika:
memang suka nyolong, saat ada reunian teman sma, aksi tetep jalan di parkiran,,
memang suka mukul, saat diserempet orang tapi tidak sengaja malah ngajak berantem, ditonjokin sampai benjol,,
peletakan kalimat tersebut mesti tepat, tapi sekarang oleh anak-anak muda yg tidak tahu asbabul nuzulnya kalimat tersebut main asal jeplak saja,,,
mungkin lebih baik pakai “be the great man”, nah loh kok malah mirip be a man,,
Farid said:
Jun 22, 10 at 1:58 pmAs Rianti Seyzz..
I Like IiiiiiT….
Syuaa said:
Jun 22, 10 at 3:31 pm@Agus : hehe,,, setelah mendapat pelajaran dari ade gue(baca judulnya doang gue, isinya sih belon
), akhirnya gue menyimpulkan bahwa pas ujian nyontek kenapa tidak?
tapi untuk kasus yang lainnya ia sih, mending jadi diri sendiri aja lah. lagian kan judulnya my selft and your personality. that's mean combination dong. bukan ambil script personality orang secara keseluruhan
@Farid : yes, i like rianty too.